Jumat, 17 April 2015

Batik Air Rute Ambon-Jakarta Mendarat Darurat Karena Diancam Bom

Jakarta - Maskapai Batik Air diancam bom. Pesawat yang akan menempuh rute Ambon-Jakarta ini terpaksa mendarat darurat di Bandara Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Informasi yang diterima detikcom, ancaman bom tersebut diterima oleh pihak Air Traffic Control di Bandara Ambon melalui pesan singkat sekitar pukul 07.05 WITA, Jumat (17/4/2015)

Pesan tersebut menyebut ada paket bom dalam pesawat Batik Air Rute Ambon-Jakarta.

Sekitar pukul 07.20 WITA, pesawat mendarat darurat di Bandara Hasanudin. Selanjutnya, penumpang yang ada di dalam pesawat dievakuasi.

Kepala Pusat Informasi Publik Kementerian Perhubungan, JA Barata, membenarkan informasi adanya ancaman bom. "Informasi yang masuk ke saya seperti itu," kata Barata.

Foto dan teks: Detik.com

Kamis, 09 April 2015

DIRGAHAYU TNI AU KE 69 - "Jayalah di udara"



DIRGAHAYU TNI AU KE 69
"Jayalah di udara"

Sehebat Apapun, Kita Butuh Pelatih

Hampir semua pemain profesional memiliki pelatih.
Contohnya: pemain golf sehebat Tiger Woods sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Tiger Woods-lah yg akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Tiger Woods butuh pelatih kalo jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya?.

Kita harus tahu bahwa Tiger Woods butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yg TIDAK DAPAT dia LIHAT SENDIRI. Hal yg tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yg disebut dengan BLIND SPOT atau TITIK BUTA. Kita hanya bisa melihat BLIND SPOT tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh orang lain untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser. Kita butuh org lain untuk menasihati dan mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yg keliru, yg bahkan kita tidak pernah menyadari.

KERENDAHAN HATI untuk menerima kritikan, nasihat, dan teguran itulah yg justru menperbaiki kita. Kita bukan manusia sempurna, biarkan orang lain menjadi "mata" kita, sehingga kita bisa melihat apa yg tidak bisa kita lihat dgn pandangan diri kita sendiri. Dengan kesalahan, sebenarnya kita belajar tentang: peluang, tahu yg benar, tahu malu, tahu cara berubah, serta sgr bertindak dan memperbaiki, mawas diri dan menjadi lebih baik setiap harinya. Dimanapun kita berada, sesulit apapun keadaan kita, yakinlah bahwa kita sedang di gerakkan ke arah yg lebih baik, dan untuk itu kita butuh oranglain...

Tetaplah berdoa, berusaha dan selalu bersyukur.

Oleh Ruhiyat
Dari berbagai sumber.

Selasa, 07 April 2015

Seorang Pria Hampir Mati Lemas Karena Masuk Roda Pesawat Rute Pekanbaru-Jakarta.

Tangerang - Seorang pria kedapatan terhuyung-huyung berjalan di apron Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, saat pesawat Garuda Indonesia dari Pekanbaru mendarat. Pria itu ternyata turun dari lubang main wheel (roda belakang pesawat). Bagaimana bisa?

Informasi bahwa ada penumpang gelap di pesawat GA 177 rute Pekanbaru-Jakarta dibenarkan oleh VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto saat dikonfirmasi detikcom.

"Benar ada kejadian itu. Jadi GA 177 dari Pekanbaru-Jakarta mendarat pukul 15.15 WIB, ada orang jalan terhuyung-huyung terlihat petugas pemandu pesawat parkir," jelas Pujo saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (7/4/2015). Konfirmasi itu didapatkan Pujobroto dari staf darat Garuda dan petugas Ground Handling.

Kondisi pria tersebut tampak lemah, dengan telinga kiri berdarah. Maka pria tersebut, dibantu dengan staf darat Garuda dan petugas ground handling Garuda, Gapura Angkasa, langsung dibawa ke Pos Kesehatan Bandara.

"Kondisinya terlihat kekurangan oksigen. Terlihat jari-jarinya yang membiru, telinga kiri juga berdarah," jelas Pujo.

Pujo menganalogikan, ketinggian terbang pesawat rute Pekanbaru-Jakarta maksimal adalah 34 ribu kaki. Suhu di ketinggian 16 ribu kaki biasanya sudah mencapai nol derajat Celcius. Bisa dibayangkan kondisi yang dialami pria itu saat meringkuk di wadah roda utama pesawat.

Di Pos Kesehatan Bandara, pria itu diinfus hingga kondisinya normal. Ternyata, diketahui pria itu bernama Mario Steven Ambareta, dengan usia 21 tahun. Kini Mario diserahkan pihak Garuda kepada otoritas Bandara pukul 17.00 WIB. ryt.

Sumber : m.detik.com

Senin, 06 April 2015

Snake on a Plane - Avsec Menggagalkan Penyelundupan Ular Berbahaya dalam Pesawat


Tangerang-Pernah lihat film "SNAKE ON A PLANE ?,
yah...Film yang dibintangi oleh Samuel L Jackson dan kawan kawan itu menceritakan tentang ular-ular berbisa dalam pesawat terbang yang sedang mengudara, sudah dibayangkan apa jadinya kondisi dalam pesawat itu.

Kejadian itu sengaja dilakukan sebagai salah satu modus kejahatan dalam penerbangan, dengan harapan agar Penumpang tewas ditempat atau pesawat kecelakaan baik di udara maupun di darat, tentu semua itu murni tugas Avsec Bandar Udara yang bersangkutan untuk menangkalnya.

Kejadian serupa terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta, 21,3,3015.  11 ular dari berbagai jenis sengaja dimasukan dalam Penerbangan Jakarta Jeddah oleh seorang Warga Negara Asing initial AG. Namun upaya itu digagalkan oleh Avsec Bandara Soekarno Hatta.
"Kondisi ular sudah dimanipulasi sedemikian rupa oleh pelaku agar lolos pemeriksaan, namun karena kecermatan personil maka upaya itu dapat digagalkan". Ujar Yanuar E, Pesonil Avsec Bandara Soekarno Hatta.

Satwa diduga langka dan dilindungi yang diselamatkan dari penyelundupnya itu sangat berbahaya bagi penerbangan.

Arief Riyadi, Civitas Asosiasi Avsec Indonesia berharap agar para pemangku kepentingan Penerbangan lebih memperhatikan Avsec dilapangan agar terus termotivasi dalam memberikan yang terbaik bagi Penerbangan Indonesia. Ujarnya melalui pesan BBM.

Belum diketahui modus pengiriman ular berbahaya itu melalui perbangan sipil konvensional, ular tersebut diserahkan kepada Karantina Hewan Bandara Soekarno Hatta dan pelaku diamankan oleh Insvestigator Avsec Bandara Soekarno Hatta untuk diposes lebih lanjut. ryt.

Kontributor : Yanusa AN.

Minggu, 29 Maret 2015

Recruitment Air Asia April 2015.

Dibutuhkan Avsec 6 Personil Avsec untuk Air Asia.
Lokasi Denpasar/DPS.
Take home pay IDR 3jutaan.

Walk in interview
Hotel Alana. Jl. Ketintang Baru I. No 10-12. Surabaya.
Tanggal 13 April 2015 Pkl. 09.00-14.00 waktu setempat.
Untuk Informasi kehadiran : Sms-kan Nama, No Lisensi Avsec (min Basic) yang masih berlaku ke 087888351112 atau email ke ekoavi@bijac.co.id.

Semoga sukses.

Sumber : Eko Avianto.

Selasa, 24 Maret 2015

Dasar Hukum Penerbangan-Pelaksanaan Tugas Avsec

Oleh : Ruhiyat

Anda pernah masuk Bandar Udara Sipil ?.
Atau Bandar Udara Militer yang dipergunakan untuk Penerbangan Sipil ?.
 Jika pernah atau sering, pasti anda pernah diperiksa oleh Petugas Avsec atau Aviation Security atau dalam bahasa Indonesia adalah Keamanan Penerbangan, Pemeriksaan dimulai dari pemeriksaan barang - barang bawaan anda hingga tubuh anda.

Di beberapa Negara, Para Petugas ini sangat ketat dalam menjalankan tugasnya, bahkan jika anda tidak mau bekerjasama dalam pemeriksaan, anda bisa ditangkap dengan tuduhan menghalangi pemeriksaan atau minimal anda akan dicancel penerbangannya.
Kejam  yah ...?
hemmmm... gak juga sih, tergantung dari mana memandangnya, mereka melakukan itu semua demi Keamanan semua Penumpang dan Komunitas Bandara. Karena nyawa tidak tergantikan oleh apapun, oleh karena itu Para Petugas Avsec itu sangat serius dalam menjalankan tugasnya. Seperti kata Pak Ignasius Jonan (Menhub), bahwa lebih baik tidak berangkat dari pada tidak sampai, Keamanan itu mahal. Tegasnya beberapa waktu lalu.

Petugas Avsec bertugas bukan asal-asalan, mereka terlatih, pelatihan mereka khusus dan ada sertifikasinya, ada lisensinya, jadi tidak sembarangan bisa jadi Avsec.
Tanggung jawab mereka juga tidak kecil, mereka membawa nama baik Negara kita, bagaimana tidak, jika ada pesawat dibajak atau karena kecelakaan akibat barang-barang berbahaya, pastinya Negara kita akan dicap tidak aman penerbangannya, resikonya Pesawat negara kita dilarang ke Negara-Negara Asing (Black list), atau Negara Asing akan menerbitkan larangan terbang (Travell Warning) atau tidak mau mendarat ke Negara kita, parahkan !!!.

Dalam bertugas mereka mengacu pada dasar hukum, baik Internasional maupun Negara bersangkutan, berikut rinciannya.

A. PERATURAN INTERNASIONAL

1. Annex 17 ICAO: SECURITY (Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference)
2. Document 8973: Security Manual.
3. Annex 18 ICAO:The Safe Transport of Dangerous Goods by Air
4. Document 9284: Technical Instruction

B. PERATURAN NASIONAL

1. UU No.2 thn 1976 tentang Ratifikasi Konvensi ICAO (Tokyo 63’, The Hague 70’, Montreal 71’).
2. UU No.4 thn 1976 tentang Penambahan Pasal-pasal Kejahatan Penerbangan pada KUHP.
3. UU No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.
4. PP 3 tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.
5. KM 9 tahun 2010 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.
6.  SKEP/100/VII/2003: Juknis Penanganan Penumpang Pesawat Udara Sipil Yang Membawa Senjata Api Beserta Peluru dan Tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam Penerbangan Sipil.
7. SKEP/252/XII/2005: Program Nasional Diklat AVSEC.
8. SKEP/253/XII/2005: Program Nasional AVSEC Quality Control (rev PKP...).
9. SKEP /43/III/2007 : Penanganan LAG yang dibawa penumpang ke dlm kabin pesawat udara pd penerbangan internasional.
10. SKEP/160/VIII/2008 : Sertifikat kecakapan personil pengamanan penerbangan sipil.
11. SKEP/161/VIII/2008 :Penambahan beberapa pasal pada SKEP 253 SKEP/95/IV/2008 : Juknis penanganan air marshal pada penerbangan asing ke Indonesia.
12.  SKEP/47/IV/2010 : Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kargo dan Pos Yang Diangkut Pesawat Udara Sipil dan Tata Cara Pemberian Ijin Sebagai Regulated Agent.
13. SKEP/2765/XII/2010 : Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara dan Barang Bawaan Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara dan Orang Perseorangan.

So.... , bekerjasamalah dalam pemeriksaan dengan Petugas Avsec di Bandara agar aman bagi kita semua.
Semoga bermanfaat. ryt.