Kamis, 11 Juni 2015

LOWONGAN AVSEC BANDARA SOEKARNO HATTA 2015

A. Kriteria Umum
Pria/Wanita umur 18-25 tahun.
Pendidikan min SLTA / Sederajat.
TB/BB : Pria 165cm/Proposional-Wanita 160cm/Proposional.
Berpenampilan menarik.
Tidak buta warna.
Tidak berkacamata.
Tidak bertato.
Tidak bertindik.
Bersedia ditempatkan di Bandara Soekarno Hatta.

B. Berkas Wajib Pendaftaran
Foto fullbody uk postcard.
SKCK yang masih berlaku.
Surat keterangan bebas Narkoba dari Rumah sakit.
Surat keterangan bebas buta warna dari Rumah sakit.
Foto copy KTP, KK, Ijasah, dan Transkip Nilai.
Pas Foto 2x3, 3x4 masing masing 2 lembar.
Bagi yang sudah menikah, sertakan FC surat nikah, KTP suami/istri, akte anak dan foto anggota keluarga 3x4 masing masing 2 lembar.

Kirimkan lamaran dan berkas wajib pendaftaran paling lambat kamis, 25 Juni 2015. Pukul 15.00WIB.
Tulis "AVSEC" di pojok kanan atas pada amplop lamaran.
Lamaran ditujukan : HRD Angkasa Pura Solusi. Terminal 1 A keberangkatan Bandara Soekarno Hatta.
Jadwal pengumpulan dari Senin hingga Jum'at pukul 08.30-15.00 WIB.

Pertanyaan lebih lanjut dapat via email hrd.apsolusi@gmail.com.


Semoga anda jadi bagian dari KELUARGA BESAR AVSEC INDONESIA.

Minggu, 03 Mei 2015

Lowongan Kerja PT. Angkasa Pura Airport (I) tahun 2015.

 Dokter Umum [Wajib Pria]

Memiliki SIP dan STR yang masih berlaku Memiliki minat yang tinggi dalam bidang HIPERKES dan Managed Health Care
Memiliki sertifikat HIPERKES dan Managed Health Care

Strata 1 (S1)
Jurusan: Ekonomi Akuntansi
Hukum
Manajemen (Pemasaran)
Manajemen (SDM)
Perpajakan/Administrasi Fiskal
 Kesehatan Masyarakat K3/Teknik K3/Teknik Informatika
Teknik Perencanaan Wilayah & Kota (Planologi)
Teknik Industri Komunikasi (Humas) Manajemen Transportasi Udara [Wajib Pria]
Teknik Arsitektur [Wajib Pria]
 Teknik Elektro [Wajib Pria]
Teknik Listrik [Wajib Pria]
 Teknik Mesin [Wajib Pria] Teknik Sipil [Wajib Pria].

Diploma III (D-3)
 jurusan: Ekonomi Akuntansi
Komunikasi (Humas)
Manajemen Pemasaran
Manajemen Transportasi Udara [Wajib Pria]
Operasi Bandar Udara [Wajib Pria]
Teknik Elektronika (Arus lemah) [Wajib Pria]
Teknik Sipil [Wajib Pria]
Teknik Listrik Bandara/Teknik Listrik (Arus Kuat) [Wajib Pria]
Teknik Mekanika Bandara/Teknik Mesin [Wajib Pria]

Persyaratan Umum:
WNIPria/Wanita kelahiran tahun 1985 dan sesudahnya
Lulusan S1/D3 dengan IPK minimum 2.75 (dari skala 4.00 untuk PTN) dan 3.00 (dari skala 4.00 untuk PTS)
Akreditasi jurusan/fakultas minimal B
Bersedia ditempatkan di seleuruh wilayah kerja PT. Angkasa Pura I (Persero)
Berkelakuan baik (yang dinyatakan dalam surat SKCK yang masih berlaku, dapat disusulkan saat verifikasi pengumuman lulus administrasi)
Sehat jasmani dan rohani (yang dinyatakan dalam surat keterangan dokter)
Tidak Buta WarnaTidak berstatus suami/istri pegawai PT. Angkasa Pura I (Persero)
memiliki Nilai TOEFL (dibuktikan dengan sertifikat yang sah dan masih berlaku) atau yang setara, minimum:TOEFL-like, ITP TOEFL, paper-based test TOEFL (PBT): 477Computer-based test TOEFL (CBT): 153Internet-based test TOEFL (IBT): 53IEALTS: 4.5 – 5.0

Registrasi Online di : http://lp3t.psikologi.unair.ac.id/ap1/

 Pendaftaran dibuka mulai 2 Mei 2015 Pukul 08.00 WIB s/d 16 Mei 2015 Pukul 23.59 WIB.

Semoga Sukses !!!

Jumat, 17 April 2015

Batik Air Rute Ambon-Jakarta Mendarat Darurat Karena Diancam Bom

Jakarta - Maskapai Batik Air diancam bom. Pesawat yang akan menempuh rute Ambon-Jakarta ini terpaksa mendarat darurat di Bandara Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Informasi yang diterima detikcom, ancaman bom tersebut diterima oleh pihak Air Traffic Control di Bandara Ambon melalui pesan singkat sekitar pukul 07.05 WITA, Jumat (17/4/2015)

Pesan tersebut menyebut ada paket bom dalam pesawat Batik Air Rute Ambon-Jakarta.

Sekitar pukul 07.20 WITA, pesawat mendarat darurat di Bandara Hasanudin. Selanjutnya, penumpang yang ada di dalam pesawat dievakuasi.

Kepala Pusat Informasi Publik Kementerian Perhubungan, JA Barata, membenarkan informasi adanya ancaman bom. "Informasi yang masuk ke saya seperti itu," kata Barata.

Foto dan teks: Detik.com

Kamis, 09 April 2015

DIRGAHAYU TNI AU KE 69 - "Jayalah di udara"



DIRGAHAYU TNI AU KE 69
"Jayalah di udara"

Sehebat Apapun, Kita Butuh Pelatih

Hampir semua pemain profesional memiliki pelatih.
Contohnya: pemain golf sehebat Tiger Woods sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Tiger Woods-lah yg akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Tiger Woods butuh pelatih kalo jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya?.

Kita harus tahu bahwa Tiger Woods butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yg TIDAK DAPAT dia LIHAT SENDIRI. Hal yg tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yg disebut dengan BLIND SPOT atau TITIK BUTA. Kita hanya bisa melihat BLIND SPOT tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh orang lain untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser. Kita butuh org lain untuk menasihati dan mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yg keliru, yg bahkan kita tidak pernah menyadari.

KERENDAHAN HATI untuk menerima kritikan, nasihat, dan teguran itulah yg justru menperbaiki kita. Kita bukan manusia sempurna, biarkan orang lain menjadi "mata" kita, sehingga kita bisa melihat apa yg tidak bisa kita lihat dgn pandangan diri kita sendiri. Dengan kesalahan, sebenarnya kita belajar tentang: peluang, tahu yg benar, tahu malu, tahu cara berubah, serta sgr bertindak dan memperbaiki, mawas diri dan menjadi lebih baik setiap harinya. Dimanapun kita berada, sesulit apapun keadaan kita, yakinlah bahwa kita sedang di gerakkan ke arah yg lebih baik, dan untuk itu kita butuh oranglain...

Tetaplah berdoa, berusaha dan selalu bersyukur.

Oleh Ruhiyat
Dari berbagai sumber.

Selasa, 07 April 2015

Seorang Pria Hampir Mati Lemas Karena Masuk Roda Pesawat Rute Pekanbaru-Jakarta.

Tangerang - Seorang pria kedapatan terhuyung-huyung berjalan di apron Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, saat pesawat Garuda Indonesia dari Pekanbaru mendarat. Pria itu ternyata turun dari lubang main wheel (roda belakang pesawat). Bagaimana bisa?

Informasi bahwa ada penumpang gelap di pesawat GA 177 rute Pekanbaru-Jakarta dibenarkan oleh VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto saat dikonfirmasi detikcom.

"Benar ada kejadian itu. Jadi GA 177 dari Pekanbaru-Jakarta mendarat pukul 15.15 WIB, ada orang jalan terhuyung-huyung terlihat petugas pemandu pesawat parkir," jelas Pujo saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (7/4/2015). Konfirmasi itu didapatkan Pujobroto dari staf darat Garuda dan petugas Ground Handling.

Kondisi pria tersebut tampak lemah, dengan telinga kiri berdarah. Maka pria tersebut, dibantu dengan staf darat Garuda dan petugas ground handling Garuda, Gapura Angkasa, langsung dibawa ke Pos Kesehatan Bandara.

"Kondisinya terlihat kekurangan oksigen. Terlihat jari-jarinya yang membiru, telinga kiri juga berdarah," jelas Pujo.

Pujo menganalogikan, ketinggian terbang pesawat rute Pekanbaru-Jakarta maksimal adalah 34 ribu kaki. Suhu di ketinggian 16 ribu kaki biasanya sudah mencapai nol derajat Celcius. Bisa dibayangkan kondisi yang dialami pria itu saat meringkuk di wadah roda utama pesawat.

Di Pos Kesehatan Bandara, pria itu diinfus hingga kondisinya normal. Ternyata, diketahui pria itu bernama Mario Steven Ambareta, dengan usia 21 tahun. Kini Mario diserahkan pihak Garuda kepada otoritas Bandara pukul 17.00 WIB. ryt.

Sumber : m.detik.com