Sinergi...to be World Class Airport

Sinergi...to be World Class Airport
Sinergi...to be World Class Airport

Selasa, 04 November 2014

Ibunda Jual Tivi agar Salahudin Rafi Bisa Kuliah di STPI

TANGERANG (beritatrans.com) – Ir. Salahudin Rafi, MBA,  merupakan alumni Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang tahun 1989.  Dia orang pertama di angkatan itu yang berhasil menjabat  direksi di PT Angkasa Pura (AP) II.
Adanya Rafi menjadi salah satu dari begitu banyak bukti bahwa STPI bukan hanya menghasilkan pilot andal, tapi juga profesional kebandarudaraan di Tanah Air.
Padahal untuk masuk menjadi taruna STIP bukan urusan gampang. Butuh fisik dan kecerdasan prima. Belum lagi mesti menyediakan dana untuk berbagai kebutuhan selama kuliah.
Banyak yang belum tahu, untuk menjadi taruna di sekolah di kawasan Curug, Tangerang, itu, orangtua Rafi harus merelakan menjual TV. Akibatnya, keluarga harus ke tetangga untuk menonton televisi.
 ‘’Justru  itulah yang memotivasi saya untuk terus fight dan sampai seperti sekarang. Saya masuk STPI harus sukses, kasihan ibu dan adik harus menjual TV untuk biaya sekolah. Itulah pemicu semangat untuk berhasil lulus dari STPI,’’ kenang Raffi dalam perbincangan dengan beritatrans.com, Sabtu (20/9).
Tahun 1987, dia lulus STM Penerbangan di Halim, Jakarta Timur.  Selanjutnya mencari keberuntungan ikut bimbingan test masuk  ke STPI.  Akhirnya dia bisa menembus ‘dinding tebal’ STPI Curug dan mengambil jurusan Aerodrom Aviation. “Jurusan yang belum aku kenal sebelumnya,” ujarnya.
Saat itu, dia diwajibkan membayar Rp180.000, dengan rincian Rp80.000 untuk biaya administrasi dan sisanya dikembalikan saat wisuda dari STPI.
Dasar dari keluarga pas-pasan, uang simpanan tidak ada. Akhirnya ibu dan adik-adik sepakat menjual TV satu-satunya di rumah dan laku Rp200.000. Hasil penjualan TV itulah bekal sekolah ke STPI. ‘’Uang Rp180.000 untuk biaya sekolah dan Rp20.000 untuk ongkos naik kendaraan ke Curug. Saat iitulah muncul dalam pikiran harus sukses dan menjadi yang terbaik agar orang tua tidak kecewa,’’ aku Rafi.
Perjuangan di STPI barulah dimulai. Saat awal masuk kampus dan ikut Ospek menjadi cobaan pertama. Oleh senior dipaksa melewati ujian berat termasuk test fisik seperti scott jump, push up dan lainnya. “Saya tak kuat dan sering dihukum. Pusing dan hampir putus asa. Tapi, kalau ingat  wajah ibu dan adik-adik yang merelakan menjual TV untuk sekolah, kembali  bangkit semangat ini. Saya harus berhasil dan tidak boleh lembek,” cetus Rafi.
Cobaan datang silih berganti, termasuk pengalaman pisah dari orang tua. Meski mereka  tinggal di Kebayoran Jakarta, tapi saya belum pernah pisah dari mereka.  ‘‘Pengalaman pertama hidup di asrama STPI dengan peraturan dan tata tertib keras, menjadi beban tersendiri. Karena tekad awal harus berhasil, semua berhasil saya lalui, ‘’ terang Rafi.
Sejak  belajar di STPI prestasi Rafi tak mengecewakan. Sampai semester III rangking I tapi di smester IV justru minta diturunkan menjadi rangking III.
“Alasannya sederhana, lulusan terbaik yang mengalungkan samir Menteri Perhubungan, sedang saya ingin samir dikalungkan ibu sendiri. Rekayasa pun dilakukan dan disepakati rangking diturunkan,” papar Rafi.
Cita-cita itu terlaksana. Saat wisuda, Ibunda Rafi, Hj. Itje Amelia Abdurahcman, mengalungkan putranya di tengah ribuan orang. Ibu dan anak itu berkaca-kaca matanya. Rafi segera menyium tengkuk tangan ibunda dan bersimpuh.
Rafi amat menyadari begitu besar pengorbanan orangtua dan keluarga terutama ibunda, terhadap dirinya. “Mereka sangat sayang kepada saya. Rela melakukan apapun untuk saya dengan luar biasa,” tuturnya.
Lulus dari STPI, bekerja di Ditjen Perhubungan Udara mulai calon pegawai (capeg), sampai ditempatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Dia kembali melanjutkan belajar untuk  meraih sarjana di Universitas Suryadarma Jakarta. Berhasil lulus sebagai insinyur (Ir) jurusan teknik sipil. Sedangkan gelar MBA dari ITB Bandung murni beasiswa dari AP II dan hampir tak mengeluarkan biaya dari kantong sendiri apalagi orang tua.
Dari Bandara Halim dipindah ke kantor pusat PT Angkasa Pura (AP) II di Cengkareng.  Berbagai jabatan sudah diembannya, mulai assisten manager (asmen) sampai akhirnya terpilih menjadi direktur.  Untuk jabatan direksi yang periode kedua, Rafi dipercaya sebagai Direktur Pengembangan Kebandarudaraan dan Teknologi.
‘‘Jabatan adalah amanat dan kepercayaan dari Allah Swt, yang harus dijalani sebaik mungkin. Dikerjakan dengan ikhlas, keras, cerdas dan tuntas,“ ujar Rafi.
Banyak teman seangkatannya yang kini berhasil di bidang masing-masing. Mereka kebanyakan di  PT Angkasa Pura I dan II atau UPT Ditjen Perhubungan Udara di berbagai daerah di Indonesia.
“Di antara teman seangkatan di STPI adalah GM Bandara Husein Sastranegara Bandung Yayan Hendrayani. Dia paling akrab sekaligus banyak tahu suka duka saat sama-sama di STPI. Di kampus itu pula kami memulai hidup baru sampai sekarang,” terang Rafi.
Tapi, dibanding teman-teman seangkatan, mungkin Rafi adalah orang pertama kali menduduki jabatan direksi di BUMN. Teman-teman direksi lainnya seperti Laurensius Manurung dan Endang Sumiarsa jauh lebih senior di STPI. Dan mereka dari jurusan ATC jadi sedikit ada jeda, meski sesama alumni STPI.
‘‘Bagaimanapun kita harus tetap bekerja yang terbaik. Bagaimanapun posisi dan peran kita, itulah dharma bakti kita sebagai sesama alumni STPI untuk bangsa dan negara ini,“ tegas Rafi.

www.beritatrans.com

Panggilan Peserta Sarasehan Avsec



Jumat, 18 Juli 2014

Hebat! Garuda Indonesia Raih The Best World's Cabin Staff

Jakarta - Garuda Indonesia meraih penghargaan tertinggi dari Word Airline Award Skytrax untuk kategori The Best World's Cabin Staff. Garuda menyisihkan dua nominator lainnya yaitu Singapore Airlines dan Cathay Pasific Airways.

Penghargaan ini diserahkan di sela-sela perhelatan Farnborough International Airshow di London, Inggris. Penghargaan tersebut langsung diterima Dirut Garuda Emirsyah Satar.

Selain itu, Garuda juga masuk nominasi 10 The World's Best Airlines. Berikut 10 nominasi The World's Best Airlines tersebut:

1. ANA All Nippon Airways
2. Asiana Airlines
3. Cathay Pacific Airlines
4. Emirates
5. Qatar Airways
6. Etihad
7. Garuda Indonesia
8. Lufthansa
9. Singapore Airlines 
10. Turkish Airlines

source; news.detik.com