Sinergi...to be World Class Airport

Sinergi...to be World Class Airport
Sinergi...to be World Class Airport

Selasa, 27 Januari 2015

Bulan Depan Emirates, Etihad, dan Qatar Airways Buka Lowongan Pramugari

Abu Dhabi - Kebutuhan awak kabin untuk maskapai penerbangan di kawasan Arab terus meningkat. Hal ini ditandai dengan pembukaan lowongan untuk pramugari di maskapai Emirates, Etihad, dan Qatar Airways yang dijadwalkan dibuka pada Februari dan Maret.
Emirates misalnya membuka lowongan hanya untuk para undangan dan kandidat dengan kualifikasi tertentu mulai bulan depan hingga Maret di India, Sri Lanka, Australia, dan beberapa negara lainnya. Sedangkan rekrutmen secara umum akan digelar di sejumlah kota seperti New Delhi, Kolkata , Chennai, Jakarta, Hong Kong, Kuala Lumpur, Kolombo, Minsk, Brussels, Antwerp, Sydney, Perth, Brisbane, Buenos Aires, Kairo, dan Paris.
Sementara Etihad mencari calon pramugari yang sudah berpengalaman. Hanya saja maskapai asal Uni Emirat Arab ini tidak membuka lowongan di Indonesia. Etihad hanya membuka lowongan di Kiev, London, Belgrade, Milan, dan Roma.
Maskapai internasional lainnya yang sedang membutuhkan pekerja adalah Qatar Airways. Qatar sudah memulai proses rekrutmennya di beberapa negara di Afrika, Eropa Timur, dan Asia Pasifik. Disebutkan maskapai ini memiliki banyak posisi yang ditawarkan dan mencari kandidat dengan pengalaman bekerja di bidang jasa dan hospitality. Qatar Airways akan menggelar 15 even rekrutmen di kota-kota berikut; Dubai, Muscat, Bahrain, Mumbai, Jakarta, Praha, Roma, dan Kuala Lumpur.
Penulis: Andres Fatubun/AF
Sumber:GulfNews

Beritasatu.com

Pemusnahan 800 Kg Sabu di Bandara Soekarno Hatta

Jakarta, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno menghadiri acara pemusnahan barang bukti 800 kg sabu. Sabu tersebut merupakan hasil operasi senyap Badan Narkotika Nasional (BNN).Pemusnahanan dilakukan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Selasa (27/1/2015).

Menko Tedjo tiba sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenakan kemeja putih. Hadir pula dalam acara itu Kepala BNN Anang Iskandar, perwakilan TNI,Polri dan Mahkamah Agung.

Acara saat ini masih berlangsung dengan mendengarkan sambutan dari para tamu undangan.BNN berhasil menggagalkan rencanaperedaran 800 kg sabu, Senin (5/1/2015) lalu. Sembilan tersangka diringkus, lima orang di antaranya adalah warga negara asing dari tujuh negara.Anang Iskandar mengatakan proses penyidikan jaringan sabu ini dilakukan cukup lama selama 3 tahun.

Operasi yang dilakukan BNN benar-benar tertutup. Tidak saja kepada warga, tapi juga aparat kepolisian wilayah di mana target melakukan pergeseran tempat.Salah satu pelaku bernama Wong ChiPing yang mempersiapkan kedatangan 'Paket' dari Guangzhou, Tiongkok.

Dia menikahi perempuan Surabaya agar dapat menetap lama dan menjalankan bisnisnya di Indonesia sejak 15 tahun lalu. Dia menjadi incaran beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, Thailand. Bahkan Negeri Paman Sam, Amerika Serikat, serta Australia juga mengincar pria berusia40 tahunan ini.Selain WCP, ada tiga tersagka juga yang berkewarganegaraan Hong Kong, mereka adalah CHN, SEP, dan TSL. Sementara satu tersangka lagi berkewarganegaraan Malaysia.

Sementara itu, empat warga negara Indonesia yang digulung dalam operasi tersebut adalah berinisial FF, SL, SYD, dan ADK. (slm)

sumber :

redaksi detikNews.com
foto Jos Avsec

Minggu, 25 Januari 2015

Urgensitas Keberadaan Asosiasi Bagi Komunitas

KOPI PAGI
(edisi pertama. 25/01/2015)


Keberadaan Asosiasi bagi komunitas tertentu mutlak dibutuhkan untuk menguatkan komunitas/institusi yang membentuknya, memperhatikan kepentingan mereka serta mengklarifikasi fitnah/opini negatif yang menyerang komunitas mereka.
Membangun Asosiasi juga membutuhkan kerjasama antar anggota komunitas sebagai wadah perjuangan institusi bersama.
Asosiasi bisa memberikan opini publik yang sesuai kepada Masyarakat serta memberikan usulan draft Undang Undang yang berhubungan dengan komunitas pembentuk asosiasi kepada Negara.
Saat ini ratusan atau bahkan ribuan asosiasi telah terbentuk, terutama bagi sebuah komunitas yang sifat pekerjaannya penuh resiko.
Pilot, pekerja tambang, petugas ATC, kepolisian New York, para kepala daerah, pemandu sorak, hingga anggota DPR RI serta petugas toilet saja punya asosiasi.
Jika para Kepala Daerah dan Anggota DPR yang nyaman saja punya Asosiasi, jika para Pemandu sorak dan Para petugas Toilet saja punya Asosiasi.
Lalu bagaimana dengan Avsec yang besar dan sifat pekerjaannya penuh resiko ?

Di sinilah salah satu urgensitas keberadaan Asosiasi Avsec Indonesia/IAA dibentuk.
IAA tidak sempurna, dan keberadaan Anda/Avsec bergabung bersamanyalah yang akan menyempurnakannya.

Sallam Korp Avsec Indonesia
Ttd
Ketua Umum Avsec Indonesia

Anda punya tulisan tentang Penerbangan dll, silahkan kirimkan dengan biodata anda ke asosiasiavsecindonesia@gmail.com
Tulisan akan diposting di media IAA, isi tulisan menjadi tanggung jawab penulis.
Silahkan share/bagikan/BC ulang...!