Sinergi...to be World Class Airport

Sinergi...to be World Class Airport
Sinergi...to be World Class Airport

Minggu, 28 November 2010

Pesawat Cargo Jatuh, Pilot Dan Crew Rusia Tewas


Kecelakaan pesawat terjadi di Karachi, Pakistan. Sebuah pesawat kargo jatuh ke sebuah kompleks perumahan setelah lepas landas Minggu, 28 November 2010. 

Insiden itu memicu nyala api besar. Delapan kru pesawat yang berasal dari Rusia tewas seketika. 

Selain korban kru pesawat, seorang warga terluka. Sekitar 20 rumah rusak atau hancur. Beruntung, kompleks perumahan tersebut saat ini masih dalam proses pembangunan dan diyakini belum dihuni. 

Kecelakaan itu bermula ketika  pesawat buatan Rusia tersebut tiba-tiba menukik turun sekitar pukul 1.50 waktu setempat. Beberapa saksi mata mengatakan, saat itu, salah satu mesin pesawat terbakar. 

"Saya melihat salah satu sayapnya terbakar dan ada ledakan. Lalu, pesawat terbakar dengan cepat," kata saksi mata, Riaz Ahmed. 

Pesawat tersebut lalu meledak  saat menabrak tanah dan hancur berkeping-keping. Truk pemadam kebakaran menyemperotkan busa ke arah badan pesawat yang terbakar. 

Warga setempat mengatakan, bangunan yang rusak akibat insiden ini adalan kompleks perumahan kelas atas yang disediakan untuk para perwira Angkatan Laut dan keluarganya. 

Juru bicara otoritas penerbangan, Pervais George mengatakan, pesawat itu menuju ke Sudan ketika tiba-tiba turun dua menit setelah take off. 

Pesawat nahas itu, lajut George, berjenis Il-89 -- pesawat kargo serbaguna yang sering digunakan untuk mengangkut bantuan kemanusiaan untuk negara-negara berkembang. Juga mengangkut barang-barang besar. 

Kecelakaan ini adalah yang ketiga dalam waktu kurang dari lima bulan di Pakistan.

Awal bulan ini di Karachi, 21 orang tewas ketika sebuah pesawat penumpang kecil jatuh segera setelah lepas landas.

Pada bulan Juli, pesawat jet penumpang yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Pakistan, Airblue jatuh ke daerah perbukitan dekat ibu kota, Islamabad. Kecelakaan di tengah badai itu menewaskan 152 orang. VIVAnews

Tidak ada komentar: