Sinergi...to be World Class Airport

Sinergi...to be World Class Airport
Sinergi...to be World Class Airport

Senin, 29 Agustus 2011

"Selamat Idul Fitri 1432H-Mohon Maaf Lahir Bathin"

Kami memang belum sempurna, kami jauh dari yang anda harapkan, tapi kami selalu berusaha menjadi yang terbaik.
Ketika lebaran tiba, kami siap meninggalkan keluarga kami untuk melayani mudik anda, karena kami bahagia melihat anda bahagia berlebaran bersama keluarga.
"Selamat Idul Fitri 1432H-Mohon maaf lahir bathin"
Keluarga Besar Avsec SHIA-AP2-FAA"

Pembobol Tas Penumpang Dibekuk Satuan Reaksi Cepat Avsec

SHIA-Seorang petugas dari salah satu penerbangan Swasta Didapati Camera CCTV melakukan pembongkaran barang bagasi yang sudah selesai diproses di make up baggage Terminal E. Mendapat laporan itu kontan satuan reaksi cepat menangkap dan menginterogasi pelaku.

"Awalnya pelaku tidak mengaku, lalu kami perlihatkan rekaman CCTV kepada pelaku, akhirnya pelaku mengaku" ujar Manager Quality Control, PS Butar-Butar kemarin.

Pelaku berikut barang bukti diserahkan ke Polres Bandara untuk proses hukum lebih lanjut.

Sudah banyak pelaku serupa diringkus olrh satuan rekasi cepat Avsec Bandara Soekarno Hatta. Ketua Forum Avsec Angkasa Pura 2 Ayatullah mengatakan "Kami siap dengan segala kondisi dan siap menjadi bandara berkelas dunia, kami memiliki Potensial itu, diantaranya Petugas yang profesional dan terlatih, CCTV berteknologi mutakhir dan tersebar di setiap titik, tapi back up hukum untuk masalah ini sangat minim, kami berharap pelaku akan dihukum sesuai tindakannya, agar memiliki efek jera". Tukasnya. Ryt


Komisi V DPR Sidak Bandara Soekarno-Hatta

SHIA-Anggota Komisi V DPR melakukan sidak ke terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soeta). Dari hasil tinjauan, terminal 1B dan 1C dinilai sudah tidak layak.
"Kondisi kelayakan di terminal 1B dan 1C sudah sangat kurang. Kapasitasnya sudah melebihi daya tampung yang seharusnya hingga hampir tiga kali lipat," ungkap anggota komisi V DPR, Nusyirwan Soejono, Ahad (28/8).
Nusyirwan sendiri meminta kepada pihak pengelola agar kepadatan di terminal 1B dan 1C diurai, yaitu dengan memindahkan maskapai ke terminal lain. Selain dengan memindahkan maskapai penerbangan, pihak pengelola yaitu PT Angkasa Pura II juga diminta untuk memperbesar terminal agar penumpang bisa lebih nyaman. "Selain kapasitas yang sudah tidak memadai, pemeliharaannya juga tidak bagus," tambah Nusyirwan.
Sementara itu, pengelola bandara mengungkapkan pihaknya akan segera melakukan perbaikan khususnya untuk terminal 1. Namun mengurai kepadatan terminal dengan cara memindahkan maskapai ke terminal yang berbeda dinilai sangat sulit. Untuk itu, pihak bandara berjanji untuk segera melakukan renovasi dan pengembangan Bandara Soeta pada awal 2012.
"Untuk renovasi terminal 1, kami harap pada akhir 2012 sudah selesai, jadi penumpang bisa segera mendapat fasilitas yang lebih nyaman," terang Deputi Senior Manajer Bandara Soeta, Mulya Abdi.
Rencananya, Angkasa Pura II juga akan membangun terminal baru, yaitu terminal 4. "Nantinya terminal 4 akan digunakan sebagai terminal domestik dan internasional," tambahnya. Keseluruhan renovasi dan pembangunan Bandara Soeta direncanakan baru akan selesai pada 2014.REPUBLIKA.CO.ID

Minggu, 28 Agustus 2011

Puluhan Calo Tiket Diamankan Avsec Bandara Soekarno Hatta

SHIA-Petugas Avsec Bandara Soekarno Hatta dan anggota Brimob menangkap puluhan calo tiket pesawat, pedagang asongan dan sopir taksi gelap, Jumat (26/8).
Menurut Amirudin selaku koordinator penertiban, jumlah calo tiket, pedagang dan sopir taksi gelap yang ditangkap ada 100 orang. Mereka dibawa ke kantor sekurity diberikan pengarahan dan selama 4 jam di airport sekurity. Setelah menandatangi surat pernyataan tidak mengulangi lagi akhir mereka dilepaskan.
Menurut Amirudin, mereka yang ditangkap wajah lama dan sering ditangkap. “Sebenarnya kita dah bosan menangkap, karena orangnya itu-itu juga,”ucapnya. Mereka tidak kapok walaupun sering ditangkap petugas, karena gak bisa alih profesi atau ganti pekerjaan.
Salah satu calo tiket pesawat, Sardi, ia mengaku sudah puluhan kali ketangkap petugas tapi gak kapok. “Saya bisa cari kerjaan lain pak sehingga tetap jadi calo tiket,” ucapnya.
Menurut pengakuannya, ia menjadi calo bisa memperoleh uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu/hari.
Ia pernah disidangkan dengan denda Rp 500 ribu dalam sidang tindak pidana ringan beberapa waktu lalu. Namun, ia tetap menjadi calo. “Habis gimana pak kalo saya gak kerja anak istri mau makan apa,” kilahnya.
Sementara itu Kacab Bandara Soekarno Hatta Sudaryanto, pihaknya selaku pengelola bandara tetap akan menertibkan para calo dan pedagang asongan dan porter liar karena dinilai menganngu calon penumpang pesawat.
“Ada indikasi calo tiket itu kerjasama dengan petugas loket maskapai sehingga merugikan pengguna jasa penerbangan,”tegasnya. Poskota.co.id

Kereta Api Dibajak, Pelaku Ingin Ketemu Dengan Komandannya

AKARTA- Aksi pembajakan KA Gajayana, boleh jadi hanya sepele saja. Sang pembajak yang anggota TNI-AL ingin bertemu komandannya di Jakarta.

"Sepanjang perjalanan ke Senen, pelaku cerita bahwa dua ingin bertemu dengan komandannya," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Bahrul Alam, saat dihubungi Republika, Sabtu (27/8).

Anton memaparkan pembajakan kereta api itu dilakukan Darso terhadap KA Gajayana tujuan Gambir, Jakarta dari Malang, Jawa Timur yang tidak berpenumpang. Dalam melakukan aksinya, Darso dibantu seorang rekannya bernama Sugianto.

Kronologis pembajakan kereta itu dilakukan saat KA Gajayana tengah berjalan pelan saat berada di sekitar daerah Cirebon. Darso dan Sugianto pun menaiki kereta itu dan langsung menodongkan sebilah pisau dan senjata api laras pendek ke masinis. Di sepanjang perjalanan itu lah, Darso bercerita ingin bertemu dengan komandannya di Jakarta tanpa menjelaskan secara detail untuk apa.

Ia pun mengancam agar masinis tidak memberhentikan kereta tersebut sepanjang perjalanan meski sinyal merah yang menandakan kereta itu harus berhenti. Kemudian masinis sempat mengirim sinyal SOS (Save Our Soul) dan berhenti di Stasiun Pasar Senen.

Di stasiun tersebut, kedua tersangka ini dilumpuhkan sekitar pukul 11.45 WIB.  "Penanganan tersangka Darso dilakukan Garnisun ke Kormar (Korps Marinir). Sedangkan satu orang lainnya, Sugianto, dan barang bukti berupa pisau dan senpi laras pendek ditangani Polda Metro Jaya," tegasnya.Republika.co.id

Avsec Siap Melayani Pemudik Yang Sudah Mulai Memadati Soekarno Hatta

SHIA-Kesibukan luar biasa terlihat di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (27/8). Ribuan calon penumpang memenuhi ruang tunggu terminal keberangkatan. Mereka menunggu pesawat yang akan menerbangkannya menuju kota tujuan.

Padatnya calon penumpang bahkan sempat memicu antrean di loket pemeriksaan tiket terminal keberangkatan satu. Keberangkatan hari ini didominasi tujuan Jawa Tengah dan Yogjakarta. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang telah disiapkan lima ekstra flight.

PT Angkasa Pura memasang spanduk berisi peringatan di sejumlah sudut bandara untuk menghindari tindak kejahatan. Bukan itu saja pengelola Bandara Soekarno-Hatta pun meningkatkan jumlah personel keamanan dibantu kepolisian.Liputan6.com

Selain itu Intelijen Satuan Keamanan disebar dan Optimalisasi CCTV juga ditingkatkan untuk antisipasi tindakan melawan Hukum (Unlawfull Interfence), apalagi beberapa saat lalu ada tindakan Pembajakan di salah satu Moda tranportasi, yaitu di Kereta Api.

"Mengingat Pembajakan di Kereta Api dengan Senjata api, kami mengoptimalkan semua kekuatan kami untuk melayani pemudik, ini sesuai dengan komitmen kami 100% Secure" Ungkap Manager Quality Control Angkasa Pura 2 Butar butar melalui pesan singkat. Ryt

Rabu, 24 Agustus 2011

Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jadi Prioritas

SHIA-PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta,memprioritaskan pengembangan di Terminal 3 dalam konsep grand design pengembangan bandara tersibuk di Indonesia tersebut.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko mengatakan, tahap awal pengembangan desain baru bandara diprioritaskan untuk Terminal 3 untuk meningkatkan jumlah kapasitas penumpang.Setelah itu, baru dilanjutkan pengembangan Terminal 1 dan 2.

Dia menargetkan pemancangan batu pertama pengembangan di Terminal 3 dapat dilakukan semester I-2012. “Sekarang kita masih melakukan perancangan detail engineering design, semuanya ditargetkan selesai akhir tahun ini sehingga tahapan pembangunannya bisa diketahui, baik desainnya maupun kajiannya,” kata Tri di Jakarta.

Dalam grand design yang sebelumnya dipaparkan AP II, di tiga terminal tersebut, perseroan akan menambah luas apron (lapangan parkir pesawat),menambah luas terminal kargo, memperbaiki gedung, sarana parkir, infrastruktur jalan, akses terminal, dan fasilitas-fasilitas seperti layanan jaringan teknologi informasi di dalam gedung.

Melalui pengembangan ini, kapasitas penumpang Bandara Soekarno-Hatta akan bertambah menjadi 62 juta penumpang di 2014.Pembangunan juga harus segera dilakukan karena jumlah penumpang yang semakin meningkat, yang kini mencapai 44,3 juta,jauh di atas kapasitas yang hanya mampu melayani 22 juta penumpang.

Total dana yang dibutuhkan untuk pengembangan Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai Rp11,7 triliun, sedangkan pembangunan ditargetkan bisa dimulai pada 2012 dan selesai pada 2014. Untuk kebutuhan dana tersebut,Tri menjelaskan sumbernya akan berasal dari kas internal perseroan sebesar Rp5 triliun hingga Rp6 triliun dan sisanya direncanakan berasal dari pinjaman bank atau obligasi.

“Kita belum bisa bilang apakah menggunakan pinjaman bank atau obligasi. Kita lihat hasil kajiannya, lebih baik kita tunggu sampai semua matang bahwa kajian tersebut benar-benar kredibel. Ini uang besar jangan sampai hitung-hitungannya meleset, ”ungkapnya.

Sebelumnya Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyatakan bahwa pengembangan Bandara Soekarno- Hatta saat ini sangat mendesak untuk dilakukan mengingat peningkatan jumlah penumpang. Dewasa ini juga telah terjadi pergeseran dari bandara kota menjadi kota di dalam bandara (airport city).

“Airport city akan menjadi bandara multifungsi, tidak hanya tempat untuk mengangkut penumpang, tapi bandara untuk keperluan lain misalnya di sekitarnya itu untuk pariwisata, kawasan bisnis, dan tempat perbelanjaan,” ujar Bambang beberapa waktu lalu.

Bandara Internasional Soekarno- Hatta,menurut dia, butuh waktu lima tahun ke depan sehingga bisa mengakomodasi konsep airport city.Namun, dia optimistis, Bandara Soekarno- Hatta akan menjadi lebih baik setelah pengembangan dilakukan secara bertahap.Okezone.com

Calo Dan Taksi Gelap Tidak Takut Brimob, Takutnya Pada Avsec

SHIA-Meski sudah diusir oleh petugas PT Angkasa Pura II, taksi gelap kembali berkeliaran di Bandara Soekarno-Hatta. Puluhan calo taksi gelap itu tampak dengan terang-terangan menawarkan taksi jasanya kepada orang yang baru keluar dari terminal kedatangan. Ucapan 'taksi Bos', 'mari saya antar ke tujuan', 'murah kok, borongan' kerap dilontarkan para calo taksi gelap itu.

Tempo pun tak luput dihampiri oleh calo taksi gelap itu pada Jumat, 19 Agustus 2011. "Mau diantar ke mana?"

Tempo menjawab sekenanya, "Ke Ciledug."

Calo tersebut langsung menyodorkan tarif. "Ke Ciledug cuma Rp 150 ribu, sama saja kok borongan, malah tidak usah kena tol," kata pria yang belakangan mengaku bernama Imron. Dia menawarkan Toyota Avanza yang sedang diparkir di areal parkir bandara. "Itu mobilnya Avanza, sama saja kok resmi," ujarnya sambil menggiring ke counter di depan pintu keluar terminal 1 kedatangan.

Seorang petugas berseragam pun setelah diberi kode oleh Imron mengatakan tarifnya Rp 130 ribu. Kongkalikong yang tidak kompak. Saat ditanya kok harganya lebih murah, Imron pun mengaku dia harus setor Rp 20 ribu ke petugas counter. "Begini saja sudahlah Rp 120 ribu saja, mau berapa orang?" katanya mendesak. Karena tak ada kesepakatan, Imron akhirnya menyingkir.

Jumlah calo di terminal 1B jauh lebih banyak. Mereka bergerombol dengan wajah terlihat sangar. Modus operandinya sama, mendekati setiap penumpang yang keluar dari terminal kedatangan, terutama yang terlihat bingung.

Keberadaan taksi gelap jelas mengganggu pengguna jasa bandara, termasuk mengganggu taksi resmi. "Mereka menurunkan pendapatan taksi resmi," kata petugas pemanggil mobil Taksi Gading, Eti Maryati, saat ditemui di terminal 1 B.

Dia mengatakan pendapatan Taksi Gading berkurang hingga 50 persen akibat beredarnya kembali taksi gelap. Tak jarang para calo taksi gelap menyerobot penumpang yang hendak menaiki taksi resmi.

PT Angkasa Pura II telah memasang spanduk yang berisi peringatan agar calon penumpang berhati-hati terhadap rayuan calo taksi gelap. Namun ada saja penumpang yang memilih taksi gelap. Kepala Cabang Utama PT Angkasa Pura II Sudaryanto mengatakan calo, pedagang asongan, dan taksi gelap akan tetap diberantas. "Ya tetap kami usir, sekarang tidak ada yang di lobi, paling-paling di parkir," kata Sudaryanto.

Pernyataan Sudaryanto ini ternyata tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Para calo taksi gelap ini membaur dengan tukang ojek di tempat tunggu bus. Mereka ada yang duduk-duduk, sebagian lagi ke lobi menawarkan taksinya. Mereka baru akan menyingkir bila ada petugas security bandara. Namun para calo ini tidak takut kepada Brimob yang berjaga dan sesekali berkeliling. Alasannya, anggota Brimob tidak menangkap sehingga mereka lebih takut kepada petugas keamanan bandara.Tempointeraktif.com

Pemudik di Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Naik 15 Persen

SHIA-Pesawat menjadi moda transportasi untuk mudik yang semakin banyak peminatnya. Diperkirakan dalam Lebaran tahun ini, pemudik yang lewat Bandara Soekarno-Hatta akan meningkat 15 persen.

Otoritas Bandara Soekarno-Hatta pun menggelar apel persiapan Lebaran 2011. Upacara dipimpin oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Senin (22/8/2011).

"Lebaran tahun ini diprediksi ada kenaikan jumlah penumpang sekitar 15 persen," kata Bambang di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Jika tahun lalu ada sekitar 2 juta pemudik pulang lewat Soekarno-Hatta, diperkirakan tahun ini ada sekitar 2,3 juta pemudik. Menurut Bambang, banyak pemudik yang dulunya memakai kapal laut, kini beralih ke pesawat.

"Banyak pemudik yang dulu lewat laut sekarang memilih lewat udara. Itu menunjukkan ekonomi kita bagus," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Senior Manager Bandara Soekarno-Hatta, Mulya Abadi mengatakan mereka berusaha mengatur jadwal keberangkatan pesawat untuk arus mudik ini. Tujuannya agar jadwal penerbangan tidak menumpuk di satu waktu yang bisa mengakibatkan bandara terlalu penuh orang dan pesawat banyak mengantre untuk terbang.

"Kita memberlakukan slot time. Jadi tidak ada lagi jadwal penerbangan menumpuk di jam sibuk seperti pagi atau sore hari," kata Mulya.detiknews.com

Jumat, 12 Agustus 2011

Avsec SHIA Menangkap Warga Negara Asing Bawa Dummy Bomb


Kepala Polres Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar Reynhard Silitonga, menegaskan bahwa dugaan bahan peledak yang ditemukan di Terminal Keberangkatan 1B pada Senin (9/8/2011) pagi ini tidak berbahaya. Setelah dilakukan pemeriksaan, alat yang diduga peledak itu merupakan dummy alat peraga yang terbuat dari plastik.


"Sudah kami cek ternyata itu dummy dan ada detonatornya untuk alat peraga yang terbuat dari plastik. Tidak berbahaya," ucap Reynhard, Senin (9/8/2011), saat dihubungi wartawan.

Dia menjelaskan, ketiga warga negara Korea yang membawa dummy itu yakni Leeoeun Kyung, Khan Jae Soon, dan Won Jeong Yeon. Ketiganya merupakan karyawan PT Multi Nitro Utama Kimia yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Mereka rencananya mau presentasi di situ dan terbang ke Balikpapan," kata Reynhard.

Ketiga orang itu sempat diperiksa di Polres Bandara. Namun, kini sudah dilepaskan polisi pada pukul 09.00 WIB. "Sudah dilepas lagi setelah diperiksa ternyata tidak berbahaya dan ada pernyataan dari perusahaan itu. Mereka langsung naik penerbangan berikutnya," ucap Reynhard.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas keamanan Bandara (Aviation Security/Avsec) Bandara Internasional Soekarno Hatta, Senin (8/8/2011), menangkap tiga warga negara Korea pembawa tas berisi dummy alat peledak berkekuatan tinggi. Barang-barang yang dikemas dalam sebuah tas khusus tersebut terdiri dari sejumlah detonator, 10 jenis kabel pemicu dengan beragam ukuran dan warna, serta tujuh macam peledak bertanda high explosives.

Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II Salahudin Rafi mengungkapkan, ketiga pelaku yang terdiri atas dua pria dan seorang wanita itu berniat membawa barang bawaan mereka ke Balikpapan, menggunakan pesawat Lion Air JT-760 yang dijadwalkan terbang pukul 06.15 WIB.

Ketiga pelaku yang bertolak dari Bandara Incheon, Korea, dan tiba di Soekarno-Hatta pada Minggu (7/8/2011) malam dengan menggunakan Korean Airlines KAL-627. Ketiganya tertangkap tangan oleh Bariyadi, petugas pemindai barang bawaan pada pos pemeriksaan pertama (SCP 1) di Terminal Keberangkatan 1B, pukul 05.30 WIB. Pada monitor pemantau mesin x-ray, Bariyadi yang merasa curiga meminta pelaku untuk membongkar isi tas mereka, kemudian membawanya ke posko keamanan.Kompas.com

Ada 400 Penerbangan Tambahan untuk Lebaran


SHIA-PT Angkasa Pura II, selaku pengelola 12 bandar udara, termasuk Soekarno-Hatta, menyiapkan berbagai fasilitas untuk 400 penerbangan tambahan sebagai angkutan Lebaran tahun ini. Mereka juga mempelajari pergerakan penumpang dan pesawat menjelang dan sesudah Lebaran.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko mengatakan 400 penerbangan tambahan itu setara dengan kapasitas 82.748 tempat duduk dari dan ke Soekarno-Hatta. Jumlah itu dibagi dalam penerbangan internasional dan domestik.

Untuk penerbangan internasional terdapat 102 penerbangan dengan 51 keberangkatan dan 51 kedatangan dengan 27.720 kursi dengan perhitungan 1.980 kursi per hari. Adapun penerbangan domestik lebih banyak, yakni 298 penerbangan dengan pergerakan 149 kedatangan dan 149 keberangkatan dengan hitungan 3.930 kursi per hari.

"Sasaran kami menciptakan dan meningkatkan pelayanan jasa kebandarudaraan yang lancar, aman, nyaman, dan tertib dengan memperhatikan keselamatan penerbangan," kata Sunoko kepada Tempo, Rabu, 10 Agustus 2011.

Ia menambahkan, demi memonitor aktivitas di bandara, 366 kamera CCTV dipasang di berbagai titik. "Empat titik CCTV dapat diakses dari posko Lebaran terpadu Kementerian Perhubungan," kata Sunoko sambil menambahkan bahwa fasilitas mesin pemindai sinar-X dan check-in desk juga ditambah.TempoInteraktiv.com

Sabtu, 06 Agustus 2011

Pemkot Tangerang Tolak Perluasan Bandara Soetta



TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dengan tegas menolak rencana perluasan Bandara Soekarno-Hata (Soetta) yang ingin menjadi bandara kelas dunia pada 2014 mendatang dengan membuat runway baru serta penutupan pintu M1 yang menjadi akses masuk ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dari Kota Tangerang. Apalagi baik perluasan bandara dan penutupan pintu M1 itu akan dilakukan sepihak.

Dampaknya, dua rencana itu dipastikan menambah permasalahan bagi Kota Tangerang. ”Saya bingung dengan PT AP II yang tidak memberikan informasi terkait rencana pengembangan Bandara Soekarno-Hatta dan penutupan pintu M kepada pemerintah daerah (pemda, Red). Kebijakan itu pasti berdampak pada warga Kota Tangerang. Semestinya kami diberitahu,” terang Wakil Walikota Tangerang, Arief R Wirmansyah.

Dia mencontohkan, rencana pengelola bandara menutup pintu M1 akan berdampak kemacetan di Kota Tangerang menuju Bandara Soetta. Pasalnya, akses belakang Bandara Soetta itu menjadi salah satu jalur alternatif warga Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang menuju tempat kerjanya di Jakarta. ”Saya rasa penutupan pintu M1 itu bukan solusi terbaik,” cetusnya.

Apalagi, sebelumnya PT AP II telah melakukan beberapa kali penutupan Pintu M1 tapi tidak permanen. Lantaran, pintu M1 kembali dibuka untuk umum setelah diprotes terkait maraknya pungutan liar (pungli). Seharusnya, ungkap Arief juga, sebelum PT AP II menutup akses pintu M1 dicarikan jalan pengganti atau jalur alternatif masyarakat dan penguna kendaraan yang biasa mengunakan jalur pintu M1 menuju Jakarta.

”Penutupan pintu M1 bandara belum saatnya. Tidak ada tujuan jelas dari PT AP II menutup pintu M1 itu. Kalau ditutup juga maka efeknya wilayah Kota Tangerang menjadi macet,” cetus Arief juga. Selain itu, ungkap Arief juga, rencana PT AP II mengembangkan Bandara Soetta dengan dana Rp 11,7 triliun juga belum melalui berbagai kajian. ”Kalau tidak dilakukan maka berdampak kepada masyarakat Kota Tangerang,” ungkapnya juga.

Seperti dampak lingkungan dan kesehatan. Selama ini kebisingan mesin pesawat yang take-off dan landing menganggu masyarakat yang berdomisili di sekitar bandara. Seperti warga yang tinggal di Kecamatan Batu Ceper, Selapajang dan Neglasari. ”Sudah lama warga terganggu pendengarannya. Itu akibat kebisingan mesin pesawat. Rumah warga juga sering rusak akibat terkena hembusan angin pesawat,” cetusnya juga.

Dampak lingkungan seperti itu yang seharusnya diantisipasi dari pengembangan Bandara Soekarno-Hatta yang ingin menjadi bandara kelas dunia pada 2014 bila ingin terwujud. Apalagi, program perluasan bandara itu akan membuat wilayah Kota Tangerang makin sempit. ”Kami akan meminta pemerintah pusat mencari alternatif lahan lain untuk perluasan Bandara Soekarno-Hatta ini,” ungkapnya lagi.

Dia memberikan solusi ada lahan seluas 700 hektare milik Pertamina di wilayah Kabupaten Tangerang yang lokasinya cukup ideal untuk penerbangan. ”Saya rasa dana Rp 11,7 triliun cukup untuk membeli lahan baru dan dana pembangunan lapangan terbang baru di tempat lain. Jadi tidak harus di Kota Tangerang,” ungkapnya juga. Arif mencontohkan New York mempunyai dua bandara walau ada dalam satu daerah.

Sementara itu, Deputi Senior General Manager PT AP II, Mulya Abdi mengatakan belum bisa mengomentari sikap penolakan Pemkot Tangerang terkait rencana pengembangan Bandara Soetta dan penutupan pintu bandara M1. ”Belum kami ketahui seperti apa keinginan mereka (pemda, Red) terkait penolakan itu,” ucapnya singkat.JPNN.COM